Pengertian SWOT TIK
Kata akronim Analisis SWOT berasal dari Strengths artinya kekuatan, Weaknesses artinya kelemahan, Opportunities artinya peluang,
dan Threats artinya ancaman.
Dalam
berbagai literatur diuraikan Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis
yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses),
peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu
spekulasi bisnis.
Analisa SWOT adalah
suatu metoda penyusunan strategi perusahaan atau organisasi yang bersifat bisnis
tunggal. Ruang lingkup bisnis tunggal tersebut dapat berupa domestik maupun
multinasional.
Fredy Rangkuti
berpandangan bahwa analisa SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara
sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisa ini didasarkan pada
hubungan atau interaksi antara unsur-unsur internal, yaitu kekuatan dan
kelemahan, terhadap unsur-unsur eksternal yaitu peluang dan ancaman.
Menurut Robert W.Duncan (2007,
142), menganalisa lingkungan internal dan eksternal merupakan hal penting dalam
proses perencanaan strategi. Faktor-faktor lingkungan internal didalam perusahaan biasanya dapat digolongkan
sebagai Strength (S) atau Weakness
(W), dan lingkungan eksternal perusahaan dapat diklasifikasikan sebagai
Opportunities (O) atau Threat (T). Analisis lingkungan strategi ini disebut
sebagai analisis SWOT.
Menurut Thompson (2008,97), analisa
SWOT adalah simpel tetapi merupakan alat bantu yang sangat kuat untuk
memperbesar kapabilitas serta mengetahui ketidakefisienan sumber daya
perusahaan, kesempatan dari pasar dan ancaman eksternal untuk masa depan agar
lebih baik lagi.
Menurut Fred David (1997,134),
analisa SWOT adalah adalah metode perencanaan strategis yang berfungsi untuk
mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman suatu perusahaan. Proses
ini melibatkan penentuan tujuan yang
2.2 Faktor
– factor yang mempengaruhi SWOT TIK
1. Strengths (Kekuatan)
Strenghts (kekuatan)
adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau
program pada saat ini.Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat
dalam tubuh organisasi, proyek organisasi itu sendiri.
Faktor-faktor kekuatan dalam lembaga
pendidikan adalah kompetensi khusus atau keunggulan-keunggulan lain yang
berakibat pada nilai plus atau keunggulan komparatif lembaga pendidikan
tersebut.Hal ini bisa dilihat jika sebuah lembaga pendidikan harus memiliki skill atau
keterampilan yang bisa disalurkan bagi perserta didik, lulusan terbaik/hasil
andalan, maupun kelebihan-kelebihan lain yang membuatnya unggul bagi
pesaing-pesaing serta dapat memuaskan stakeholder maupun pelanggan
(peserta didik, orang tua, masyarakat, dan bangsa).
Sebagai contoh bidang keunggulan,
antara lain kekuatan pada sumber keuangan, citra yang positif, keunggulan
kedudukan di masyarakat, loyalitas pengguna, dan kepercayaan berbagai pihak
yang berkepentingan. Sedangkan keunggulan lembaga pendidikan di era otonomi
pendidikan atara lain: sumber daya manusia yang secara kuantitatif besar, hanya
saja perlu pembenahan dari kualitas.Bagi sebuah lembaga pendidikan sangat
penting untuk mengenali kekuatan dasar lembaga tersebut sebagai langkah awal
atau tonggak menuju pendidikan yang berbasis kualitas tinggi.
2. Weaknesses (Kelemahan)
Weaknesses (kelemahan) adalah
kegiatan-kegiatan organisasi yang tidak berjalan dengan baik atau sumber daya
yang dibutuhkan oleh organisasitidak dimiliki oleh organisasi. Kelemahan
itu terkadang lebih mudah dilihat daripada sebuah kekuatan, namun ada beberapa
hal yang menjadikan kelemahan itu tidak diberikan solusi yang tepat dikarenakan
tidak dimaksimalkan kekuatan yang sudah ada.
Segala sesuatu pasti memiliki
kelemahan adalah hal yang wajar tetapi yang terpenting adalah bagaimana sebagai
penentu kebijakan dalam lembaga pendidikan bisa meminimalisasi
kelemahan-kelemahan tersebut atau bahkan kelemahan tersebut menjadi satu sisi
kelebihan yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lain. Kelemahan ini
berupa kelemahan dalam sarana dan prasarana, kualitas atau kemampuan tenaga
pendidik, lemahnya kepercayaan masyarakat, tidak sesuainya antara hasil lulusan
dengan kebutuhan masyarakat atau dunia usaha dan industri, dan lain-lain.
Untuk itu, beberapa faktor kelemahan
yang harus segera dibenahi oleh para pengelola pendidikan, antaralain: (1)
lemahnya SDM dalam lembaga pendidikan; (2) sarana dan prasarana yang masih
sebatas pada sarana wajib saja; (3) lembaga pendidikan swasta umumya kurang
bisa menangkap peluang, sehingga mereka hanya puas dengan keadaan yang dihadapi
sekarang ini; (4) uotput lembaga
pendidikan belum sepenuhnya bersaing, dan sebagainya.
3. Opportunities (Peluang)
Opportunities (peluang)
adalah faktor positif yang muncul dari lingkungan dan memberikan kesempatan
bagi organisasi untuk memanfaatkannya. Kondisiyang terjadi merupakan
peluang dari luar organisasi, proyek, atau konsep bisnis itu sendiri.
Peluang adalah suatu kondisi
lingkungan eksternal yang menguntungkan bahkan menjadi formulasi dalam lembaga
pendidikan.Situasi lingkungan tersebut misalnya: (1) kecenderungan penting yang
terjadi dikalangan peserta didik; (2) identifikasi suatu layanan pendidikan
yang belum mendapat perhatian; (3) perubahan dalam keadaan persaingan; (4)
hubungan dengan pengguna atau pelanggan, dan sebagainya.
4. Threats (Ancaman)
Threats (ancaman)
adalah faktor negatif dari lingkungan yang memberikan hambatan bagi
berkembangnya atau berjalannya sebuah organisasi atau program.
Ancaman merupakan kebalikan dari sebuah peluang, ancaman
meliputi faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan bagi sebuah lembaga
pendidikan. Jika sebuah ancaman tidak ditanggulangi maka akan menjadi sebuah
penghalang atau penghambat bagi majunya peranan sebuah lembaga pendidikan itu
sendiri. Contoh ancaman tersebut adalahminat peserta didik baru yang menurun,
kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tersebut, dan
lain-lain.